Sebuah Puisi: Berkaca

BERKACA
(Oleh: Citra D. Jannatunisya)


kita bertemu dan saling berkaca
aku berkaca di kacamatamu
kau berkaca di mataku

kita meninggalkan hati kita di tempat yang sama
tempat yang biasa saja itu
adalah tempat pertama kita bertemu
seperti hati-hati yang lain
yang menunggu hingga Tuhan berkata ‘Ya’

kita cukup sering berjumpa,
dan cukup sering saling menatap
tapi mulut kita bisu untuk bercakap

kau sederhana, dan dengan itu aku jatuh cinta
aku ingin setidaknya kita bisa saling menyapa
tapi kita adalah orang-orang pasrah
yang susah menyembunyikan rasa

kita sama
baik pola pikir maupun sikap
aku tidak mengharap banyak
pada serpihan hati yang ku tinggal

mungkin hati kita menkristal
sehingga boleh jadi kan abadi
meski keras tak tertembus
siapa yang kan berhasil menemukan wujud aslinya?
Ku tinggal serpihan di tempat yang sama-sama kita cinta
Semoga kau bisa menemukannya



Jum’at, 27 Oktober 2017 (10.07 PM)

Komentar